Refleksi hari Pendidikan Nasional
Memperingati HARDIKNAS kali ini, saya ingin sharing perjalanan saya sebagai anak perempuan pertama, dari desa, dan punya keterbatasan dukungan untuk berpendidikan dari keluarga, lingkungan bahkan finansial. Tentang pendidikan, ada beberapa fase yang saya masih ingat sampai hari ini. Itu adalah waktu-waktu saat saya berusaha all in dalam memutuskan sesuatu. Pertama, ketika saya mau pindah sekolah dari Nufal ke Nazmut. Dari pertentangan semua orang disekeliling, kecuali Kepala sekolah saya. Pihak yayasan ingin mempertahankan siswa-siswa yang lulus agar lanjut sekolah di madrasah asal. Tapi saya tidak ingin hanya menumpukan pengalaman saya ditempat yang sama bertahun-tahun. Tahun itu saya sendiri, ngadep dhalem Kyai untuk pamit keluar madrasah. Pada akhirnya direstui dengan saya berjanji akan ngabdi kembali. Dan sampai detik ini saya masih ngabdi Setelah lulus SMA. Di fase pertama ini saya belajar, impian untuk berpendidikan bisa kita peroleh meski hanya mengandalkan diri sendiri. Tentuny...